Masyarakat Mendukung Penuh Tindakan Tegas Aparat Keamanan Terhadap KST Papua

Aparat keamanan terus menggencarkan penegakanhukum kepada Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua di berbagai wilayah. Masyarakat pun mendukungpenuh berbagai tindakan aparat keamanan tersebutagar kekejaman KST terhadap rakyat sipil Papua tidakkembali terjadi.

Masyarakat Papua mengapresiasi atas bagaimanatindakan aparat keamanan dari Tentara NasionalIndonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam melindungirakyat Papua. Hal ini tercermin dari berbagai upayapenegakan hukum mulai dari pencegahan hinggapenindakan terhadap anggota KST Papua.

Upaya aparat keamanan dalam menjaga situasiKamtibmas dan melindungi rakyat Papua pun mulaimembuahkan hasil, tidak terkecuali di Kawasan Pegunungan Bintang yang belakang sering mendapatteror gerombolan separatis. Menurut Kepala SatuanOperasi Damai Cartenz 2023, Kombes Faizal Ramadhani situasi keamanan di Ibu Kota KabupatenPegunungan Bintang saat ini relatif stabil.

Dia menambahkan bahwa aktivitas aktivitasperekonomian, pendidikan, dan perbankan sudahberjalan seperti biasa. Dia pun mengajak masyarakatuntuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Sebab, personel gabungan dari unsur TNI, Polri, hingga BIN berkomitmen untuk meningkatkan pengamanan dan menjaga masyarakat dari gangguan KST.

Sebagaimana diketahui, anggota KST Papua seringkali berbuat onar dan melukai masyarakat sipilhingga personel aparat keamanan. Menyikapi haltersebut, aparat keamanan terus memburu dan mengejar gerombolan separatis tersebut, sehingga takjarang terlibat kontak tembak.

Sepanjang bulan September 2023 sendiri, setidaknya 7 orang anggota KST tewas saat terjadikontak tembak dengan aparat di wilayah Papua. Selainitu sebanyak 9 anggota KST lainnya termasuksimpatisan KST berhasil diamankan aparat. Merekadiamankan karena terlibat pembakaran hinggapenembakan kepada rakyat sipil maupun aparatkeamanan.

Terbaru, aparat keamanan dari Satgas PamtasKewilayahan Yonif 407/PK menangkap simpatisan KST bernama Marthen Iba.  Penangkapan Marthendilaksanakan saat aparat gabungan melakukansweeping pasca penyerangan Pos Satgas PamtasKewilayahan Yonif 407/PK oleh orang tak dikenal.

Terkait hal tersebut, Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi GN Suriastawa menjelaskan bahwa telahdiamankan satu orang simpatisan KST Papua Barat bernama Marthen Iba, pada Jumat (22/9).  Adapunbarang bukti yang diamankan berupa 3 pucuk senjatarakitan, KTP atas nama Marthen Iba, Kartu AnggotaTPN Papua Barat atas nama Marthen Iba denganjabatan Staf Operasi, 8 buah HP, 2 buah kartu perdanatelkomsel dan 1 buah tas.

Sebelumnya, jajaran Satgas Gakkum DamaiCartenz, Provinsi Papua Pegunungan telah menangkaplima orang simpatisan KST Papua pada Minggu (17/9).Menurut Kabag Ops Polres Puncak, Iptu PratamaSudirno mereka diamankan karena diduga kuatmendukung dan menjalin komunikasi intens denganKST pimpinan Egianus Kogoya. Selain itu, Aparatkeamanan juga memiliki bukti kuat seperti adanya fotodokumentasi di handphone berisi indikasi merekaadalah pendukung dan sering berkomunikasi denganEgianus Kogoya.

Tak hanya itu, personel gabungan juga berhasilmelumpuhkan anggota KST Papua atas nama Ricky Sasaka. Pelaku tewas ditembak Satgas TNI-Polri saatmenyerang pesawat sipil yang sedang persiapanmendarat di Bandara Oksibil. Selain seorang anggotaKKB tewas, seorang lainnya terluka akibat peristiwa itu.

Diketahui, kelompok ini terlibat berbagai gangguanpada lalu lintas penerbangan di sekitar bandara. Takhanya itu, kelompok tersebut juga menembak aparatBrimob yang berpatroli hingga gugur.

Teror yang dilakukan oleh KST di Papua harussegera dihentikan secepatnya. Sebab, mereka tidakhanya menyerang penduduk, namun mereka juga berani membakar pesawat dan menyanderapenumpangnya. Sejumlah pihak mendukungpemerintah agar melakukan tindakan tegas terukur. Penyebabnya karena KST selalu merugikan dan membuat nama Papua tercoreng

Masyarakat membenci KST karena seringmelakukan tindakan kekerasan dan merugikan wargasipil. Salah satu kejadian yang membuat masyarakatmurka adalah ketika KST dengan teganya membakarpesawat Susi Air dan menyandera pilot sertapenumpangnya. Padahal di antara penumpang adaseorang bayi yang tentu butuh perlakuan khusus.

Bahkan, Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin menyatakan bahwa aparat (TNI dan Polri) harusmenindak tegas KST yang telah berbuat onar di Papua. Langkah tegas dilakukan sebagai tindakan hukum, sekaligus sebagai bukti bahwa negara hadir di Papua. Jangan sampai ada aksi keonaran dan separatis yang membahayakan negara dan terutama rakyat di BumiCenderawasih.

Ancaman dari KST akan membuat sektorperekonomian melemah, hal ini disebabkan karenapasar yang terpaksa ditutup karena alasan keamanan, penutupan pasar ini tentu saja akan merugikanmasyarakat Papua itu sendiri, apalagi pasar merupakantempat perputaran uang.

Keberadaan KST telah menjadi sumber konflik di Papua dan masyarakat mendukung tindakan tegasterhadap KST Papua karena telah melakukanpenyerangan dan pembunuhan. Dengan adanyatindakan tegas aparat keamanan ini maka diharapkankekejaman KST tidak kembali terulang dan kedamaiandi seluruh Papua dapat segera diwujudkan.