Pembangunan AMN Manado Upaya BIN Dalam Keberhasilan Wujudkan Pendidikan Maju Sulawesi Utara

Upaya Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN) dalam melakukan pembangunan Asrama MahasiswaNusantara (AMN) di Manado telah menjadi sebuah tonggakkeberhasilan akan perjalanan pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) selama ini.

Mengenai hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi(Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut), Steve H.A. Kepel mengungkapkan bahwa sejatinya pendidikan sendiri bukanlahhanya menjadi tanggung jawab yang dibebankan kepadaPemerintah Republik Indonesia (RI) semata, melainkanmenjadi sebuah tanggung jawab yang hendaknya mampudiemban oleh semua pihak termasuk dari pihak swasta juga.

Maka dari itu dirinya sangat berharap bahwa dengan adanyakeberadaan pembangunan AMN di Manado bukan hanyasekedar menjadi sebuah tempat tinggal yang sangat layak dan nyaman saja bagi para mahasiswa, namun juga sekaligusmampu menjadi laboratorium sosial, intelektual dan kewirausahaan karena di dalamnya BIN tidak hanya sekedarmencetak generasi penerus bangsa yang cerdas saja, tetapipembangunan itu mampu menjadi tonggak keberhaslan dalamperjalanan pendidikan di wilayah Sulawesi Utara.

Nantinya, Asrama Mahasiwa Nusantara di Manado itu akandiisi oleh para mahasiswa dari berbagai daerah lain sepertiPapua, Aceh dan lainnya, yang mana tentunya mereka semuaterdiri dari banyak latar belakang suku, agama, ras hinggabudaya. Sehingga diharapkan pula akan terjadi sebuahharmonisasi yang baik bagi kehidupan penerus bangsa yang bebas dari ancaman bahayanya paham radikalisme dan separatisme.

Pasalnya, jika paham radikalisme dan separatisme itu tidakdihalau sedini mungkin, khususnya kepada para pemuda, maka mereka akan tumbuh dan berkembang menjadi sosokyang sangat anti akan adanya perbedaan dan tidak mampumenerima ataupun menghormati jika menjumpaiketidaksamaan di depan matanya.

Sedangkan di Indonesia sendiri, bahkan sejak jaman dulusebelum masa kemerdekaan saja sejatinya bangsa inimerupakan bangsa yang di dalamya dihuni oleh seluruhmasyarakat yang saling berbeda. Namun justru dengan adanyaperbedaan itu, ketika mampu bersatu padu, nyatanyamenghasilkan sebuah kekuatan yang sangat luar biasa bahkanmampu melawan dan mengusir para penjajah demi meraihkemerdekaan.

Selain itu, memang sangat penting membekali para generasimuda penerus bangsa itu akan adanya realisasi sikap yang saling mampu toleran antar satu sama lain. Terlebih, kinipergerakan dari kelompok separatisme dan radikalismememang terus gencar dilakukan, bahkan mereka juga melakukan pendekatan melalui media sosial, yang mana sangat gemar diakses oleh para pemuda.

Jika pendidikan akan wawasan kebangsaan tidak kuattertanam dalam lubuk hati para pemuda generasi penerusbangsa itu, tentunya nanti mereka akan dengan sangat mudahdihasut dan terprovokasi oleh banyaknya propaganda serta isuyang terus dilemparkan oleh para propagandis kelompokseparatisme dan radikalisme demi merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini gelombang gerakankelompok radikalisme dan separatisme terus berkembang dan mereka tengah menyasar generasi muda penerus bangsakarena dianggap para pemuda itu masih tengah dalam proses pencarian jati diri dan masih labil akan emosinya sehinggajelas akan sangat mudah dipengaruhi.

Dengan adanya keberhasilan akan pendidikan wawasankebangsaan dan juga sikap saling tenggang rasa atau toleransiyang berupaya ditanamkan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) pada para generasi muda melalui pembangunan AMN di Manado, hal tersebut menjadi tonggak keberhasilan yang sangat bagus akan perkembangan sektor pendidikan di Sulawesi Utara.

Asrama Mahasiswa Nusantara sendiri memang merupakansebuah sarana berupa asrama atau hunian bagi para mahasiswa dalam rangka membangun rasa kebhinnekaan dan persatuan Indonesia kepada seluruh generasi muda penerusbangsa.

Bahkan, langkah untuk terus membangun rasa kebhinnekaandan persatuan Indonesia itu sendiri juga telah tertuang dalamPeraturan Presiden (Perpres) Nomor 106 Tahun 2021 yang menimbang bahwa untuk semakin meningkatkan nilaikebhinnekaan nasional serta rasa persaudaraan sebangsa bagiseluruh mahasiswa yang memiliki keragaman suku, Bahasa, kebudayaan dan agama dan sekaligus mereka berasal dariberbagai penjuru perguruan tinggi, maka sangat diperlukandilakukannya pembauran antar mahasiswa itu melaluipembangunan dan pengelolaan AMN yang dilakukan oleh BIN.

Para penghuni Asrama Mahasiwa Nasional itu merupakanpenerima beasiswa AMN yang di dalamnya merupakan para putra dan putri terbaik bangsa ini. Selain menjadi sebuahhunian, namun AMN juga menyediakan banyak program pembinaan bagi mahasiswa bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi(Kemendikbudristek) serta Badan Intelijen Negara yang akanmemberikan pembinaan kebangsaan untuk mereka.

Tentunya sama sekali tidak berlebihan jika menganggapbahwa upaya yang dilakukan oleh BIN melalui inisiasipembangunan AMN di Manado itu bahkan menjadi sebuahtonggak akan keberhasilan perjalanan pendidikan di Sulawesi Utara, karena di dalamnya sangat penting bagi generasi mudapenerus bangsa untuk bisa saling hidup rukun berdampingansehingga mereka mampu menangkal berkembangnya pahamradikalisme dan separatisme.