MBG Jadi Fondasi Awal Perbaikan Gizi dan Penguatan Pendidikan Nasional
.jpg)
Oleh: Nadia Prameswari
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin ditegaskan sebagai kebijakan strategis pemerintah dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Di tengah berbagai pembahasan publik, dukungan politik terhadap program ini menguat. DPR RI memandang MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang yang terintegrasi dengan agenda besar penguatan pendidikan nasional.
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menilai MBG sebagai langkah konkret untuk meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi anak-anak Indonesia. Dalam keterangannya kepada awak media di Magelang, ia berpandangan bahwa kualitas gizi anak merupakan fondasi utama bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Menurut Vita, intervensi pemenuhan gizi melalui MBG akan berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak. Asupan nutrisi yang cukup dinilai berperan penting dalam meningkatkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta perkembangan kognitif siswa. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari penguatan kualitas pendidikan.
Ia menekankan bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari hal paling mendasar, yakni pemenuhan gizi. Tanpa kondisi fisik yang sehat dan asupan nutrisi yang memadai, proses pembelajaran tidak akan berjalan optimal. Karena itu, MBG diposisikan sebagai investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak terlihat seketika, namun akan menentukan daya saing bangsa di masa depan.
Vita juga menyampaikan bahwa Komisi IX DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. Baginya, pengawalan tersebut merupakan bagian dari komitmen legislatif dalam mendukung kebijakan yang berpihak pada masa depan generasi bangsa.
