Keandalan Listrik sebagai Fondasi Ramadan yang Tenang

Oleh : Aditya Anggara )*
Keandalan listrik sering kali dipandang sebagai hal yang teknis dan rutin, namun sesungguhnya ia adalah fondasi penting bagi ketenangan sosial, terlebih saat bulan suci Ramadan. Di tengah meningkatnya aktivitas ibadah, konsumsi rumah tangga, hingga pergerakan ekonomi malam hari, pasokan listrik yang stabil menjadi prasyarat utama terciptanya suasana yang khusyuk dan produktif. Dalam konteks ini, peran Perusahaan Listrik Negara (PLN) bukan sekadar penyedia energi, melainkan penjaga ritme kehidupan masyarakat selama bulan penuh berkah tersebut.
Ramadan identik dengan lonjakan kebutuhan listrik. Aktivitas sahur di dini hari, persiapan berbuka puasa, pelaksanaan salat tarawih di masjid, hingga kegiatan tadarus dan iktikaf yang berlangsung hingga larut malam, semuanya bergantung pada pasokan energi yang andal. Rumah tangga membutuhkan listrik untuk penerangan, memasak, hingga menjaga kualitas bahan makanan. Masjid dan musala memerlukan penerangan, pendingin udara, serta sistem tata suara yang berfungsi optimal. Di sektor usaha, pelaku UMKM kuliner Ramadan, pusat perbelanjaan, dan pasar takjil mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan. Tanpa keandalan listrik, denyut spiritual dan ekonomi ini dapat terganggu.
Direktur Utama PLN Indonesia Power (PLN IP), Bernadus Sudarmanta mengatakan pihaknya menjamin keandalan sistem kelistrikan nasional selama bulan Ramadan. Melalui Inspeksi Siaga Kelistrikan & Safari Ramadan 1447 H, PLN IP menegaskan komitmennya untuk menjaga pasokan listrik tetap andal. Manajemen melakukan inspeksi langsung ke area pembangkit untuk memastikan kesiapan peralatan, ketersediaan suku cadang, optimalisasi sistem monitoring, serta kesiapsiagaan personel selama masa siaga.
Keandalan listrik selama Ramadan bukanlah hasil kerja instan. Hal ini merupakan buah dari perencanaan sistem kelistrikan yang matang, pemeliharaan jaringan secara berkala, serta kesiapsiagaan petugas di lapangan. PLN secara konsisten melakukan pemeliharaan preventif pembangkit dan jaringan transmisi sebelum periode beban puncak. Langkah ini memastikan cadangan daya tetap aman dan potensi gangguan dapat diminimalkan. Ketersediaan tim siaga dan posko layanan 24 jam juga menjadi jaminan bahwa setiap gangguan dapat ditangani dengan cepat dan profesional.
