Penguatan Hilirisasi Komoditas Unggulan Papua Dorong Perekonomian Daerah

JAKARTA – Langkah hilirisasi di Papua memasuki fase yang semakin konkret. Berbagai inisiatif strategis digulirkan secara terintegrasi, mulai dari komoditas unggulan melalui sinergitas pemerintah pusat dan daerah serta keterlibatan investor internasional. Pendekatan ini tidak lagi sebatas penguatan produksi, melainkan diarahkan pada peningkatan nilai tambah dan perluasan akses pasar global.
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, bersama Kementerian Dalam Negeri memfasilitasi pertemuan 21 investor Eropa dengan perwakilan tiga kabupaten penghasil kakao, yakni Kepulauan Yapen, Jayapura, dan Manokwari Selatan. Forum tersebut membahas pengembangan industri kakao dari hulu hingga hilir serta potensi ekspor ke pasar internasional.
Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif adalah satu kesatuan dalam kebijakan otonomi khusus. Untuk Papua Produktif, dibutuhkan langkah nyata. Pertemuan ini mempertemukan pelaku usaha dan pemerintah daerah secara langsung agar proses masifikasi dan pengembangan kakao bisa berjalan, ujar Billy Mambrasar.
Dari sisi pemerintah pusat, Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan DPOD Kemendagri, Sumule Tumbo, menegaskan komitmen penguatan ekonomi produktif Papua dalam kerangka otonomi khusus.
Pemerintah pusat melalui Kemendagri berkomitmen mendukung koordinasi dan sinergi lintas pemerintah daerah serta memperkuat peran otonomi khusus Papua melalui sektor ekonomi produktif. Kakao merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki nilai tambah tinggi, tegas Sumule Tumbo.
Optimisme juga disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, yang menilai kakao sebagai komoditas bersejarah sekaligus masa depan ekonomi daerah.
