Danantara dan Strategi Menguasai Hulu Industri Semikonduktor

Oleh : Gavin Asadit )*

Langkah Indonesia memasuki arena industri semikonduktor global memasuki babak baru pada 2026 melalui kemitraan strategis antara Danantara Indonesia dan Arm Limited. Kerja sama yang diteken di London itu dipandang sebagai titik tolak untuk memperkuat posisi Indonesia pada sisi paling hulu industri, yakni desain chip dan penguasaan intellectual property (IP). Di tengah persaingan teknologi yang semakin tajam dan dinamika geopolitik rantai pasok global, penguasaan aspek hulu dinilai jauh lebih menentukan dibanding sekadar menjadi basis perakitan.

Selama ini, industri semikonduktor dunia dikuasai oleh segelintir negara dan perusahaan yang mengontrol desain, lisensi arsitektur, serta hak kekayaan intelektual. Arm dikenal luas sebagai pemain dominan dalam desain prosesor berbasis arsitektur hemat daya yang digunakan pada miliaran perangkat, mulai dari ponsel pintar hingga pusat data. Dengan menggandeng Arm, Indonesia tidak hanya membidik transfer teknologi, tetapi juga pembangunan fondasi jangka panjang agar mampu merancang chip secara mandiri untuk kebutuhan strategis nasional.

Fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan ekosistem desain chip nasional yang mencakup enam kategori prioritas, antara lain otomotif, Internet of Things, kecerdasan buatan, pusat data, perangkat pintar, dan sistem otonom. Pendekatan tersebut mencerminkan kesadaran bahwa masa depan ekonomi digital sangat ditentukan oleh kemampuan merancang komponen inti perangkat keras. Tanpa penguasaan desain dan IP, nilai tambah terbesar akan tetap berada di luar negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk mempercepat penguasaan teknologi inti semikonduktor. Menurut Airlangga Hartarto, desain merupakan bagian paling hulu dan paling strategis dalam rantai nilai industri chip, sehingga penguatan kapasitas nasional pada sektor ini menjadi prioritas. Ia menyebut bahwa kemitraan dengan Arm membuka akses terhadap standar teknologi global yang selama ini menjadi referensi industri dunia.

Airlangga juga menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri, melengkapi agenda besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.

Selain aspek teknologi, kerja sama ini menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai pila