Danantara dan Transformasi Ekonomi Berbasis Teknologi

Oleh Mary Sofiana )*
Transformasi ekonomi berbasis teknologi kini menjadi arah strategis pembangunan nasional Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ditentukan oleh penguasaan inovasi digital. Dalam konteks tersebut, langkah Badan Pengelola Investasi Danantara menjalin kerja sama dengan Arm Limited menandai titik penting dalam upaya membangun kedaulatan teknologi nasional. Kolaborasi ini bukan sekadar kesepakatan investasi, melainkan pijakan fundamental bagi perubahan struktur ekonomi Indonesia dari ketergantungan pada komoditas menuju ekonomi berbasis pengetahuan, riset, dan penguasaan teknologi inti.
Kerja sama Danantara dengan Arm Limited secara strategis menempatkan Indonesia masuk ke industri semikonduktor global dari sisi paling hulu, yakni desain chip. Selama ini, Indonesia lebih sering berada pada posisi hilir sebagai pengguna dan pasar teknologi. Padahal, dalam rantai industri semikonduktor, desain merupakan tahap paling fundamental karena menentukan arah inovasi, nilai tambah, serta kendali atas rantai pasok global. Penguasaan desain chip menjadi kunci agar Indonesia memiliki posisi tawar dan tidak selamanya bergantung pada teknologi asing.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kemandirian nasional dalam pengembangan teknologi strategis, khususnya semikonduktor yang menjadi elemen dasar berbagai inovasi digital. Arm Limited dipandang sebagai mitra strategis karena menguasai mayoritas desain chip global, terutama untuk sektor otomotif, pusat data, dan kecerdasan buatan. Dengan bermitra pada tahap hulu industri, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi utama ekonomi digital modern.
Dimensi strategis kerja sama ini juga ditekankan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang memandang penandatanganan
