Mudik Gratis dan Makna Kehadiran Negara di Momentum Lebaran

Oleh : Nancy Dora )*

Momentum Lebaran selalu menghadirkan arus besar pergerakan manusia di Indonesia. Tradisi mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan peristiwa sosial yang sarat makna kultural, emosional, dan spiritual. Dalam konteks inilah program mudik gratis yang digelar pemerintah pusat dan daerah menemukan relevansinya sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah kebutuhan masyarakat. Kebijakan tersebut tidak hanya menyentuh aspek transportasi, tetapi juga memuat pesan kuat tentang keberpihakan pada keselamatan, keterjangkauan, dan pemerataan akses layanan publik.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan kembali menghadirkan program mudik gratis kapal laut untuk Lebaran 2026 dengan kuota hingga 66 ribu penumpang. Pendaftaran dibuka mulai 6 Maret 2026, dengan periode keberangkatan 11 Maret hingga 6 April 2026. Selain kuota gratis, pemerintah juga memberikan diskon tiket sebesar 30 persen untuk lebih dari 445 ribu tiket kapal kelas ekonomi pada trayek Public Service Obligation PT Pelni. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata. Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama dan tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa negara tidak hanya hadir dalam bentuk regulasi, tetapi juga dalam aksi konkret yang terukur. Penyediaan 841 kapal dengan kapasitas sekitar 3,2 juta penumpang selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026 menandakan kesiapan sistemik yang dirancang untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas. Pemerintah bersama Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum turut mengatur skema pemisahan pelabuhan di lintasan strategis seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menjelaskan bahwa pengaturan tersebut bertujuan memecah kepadatan dan mencegah penumpukan di satu titik. Strategi ini mencerminkan pendekatan kolaboratif lintas sektor demi memastikan perjalanan mudik berlangsung tertib dan aman.