Program Stimulus Ramadan Diluncurkan, Dari Diskon Transportasi hingga Subsidi Pupuk

Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan Program Stimulus Ramadan 2026 sebagai langkah strategis menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional selama bulan suci hingga Lebaran. Kebijakan ini mencakup percepatan pencairan bantuan sosial, diskon tarif transportasi untuk arus mudik, hingga penguatan subsidi pupuk bagi petani.

Presiden menegaskan bahwa Ramadan dan Idulfitri bukan hanya momentum keagamaan, tetapi juga momen strategis penggerak ekonomi rakyat. Pemerintah diminta memastikan distribusi bantuan tepat sasaran, transportasi aman dan terjangkau, serta sektor pangan tetap produktif agar inflasi terkendali.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial dalam rangka stimulus Ramadan telah berjalan optimal.

“Stimulus ekonomi Ramadan melalui bansos sudah cair 90 persen, termasuk untuk wilayah Sumatera. Ini adalah bentuk kehadiran negara agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani tekanan ekonomi,” ujarnya.

Kementerian Sosial memastikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan non-tunai, serta tambahan bantuan beras telah tersalurkan secara bertahap sejak awal Ramadan. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sektor transportasi, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan mudik yang aman dan terjangkau.

“Pemerintah memberikan berbagai diskon tarif transportasi selama periode mudik Lebaran, baik untuk angkutan kereta api, pesawat, kapal laut, hingga jalan tol. Kami ingin memastikan masyarakat dapat pulang kampung dengan biaya lebih ringan dan layanan yang tetap berkualitas,” kata Dudy.

Diskon tarif ini diumumkan bersamaan dengan peningkatan kapasitas angkut dan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan. Pemerintah belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sehingga kesiapsiagaan dilakukan lebih awal guna menghindari lonjakan tarif dan potensi kemacetan ekstrem.

Sementara itu, dari sektor pertanian, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa stimulus Ram