Presiden Upayakan Cadangan BBM Indonesia Cukup untuk Tiga Bulan, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan menyiapkan langkah strategis untuk memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia mampu mencukupi kebutuhan nasional hingga tiga bulan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat di tengah dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga energi dunia.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ketahanan energi nasional bergantung pada kondisi jangka pendek. Oleh karena itu, pemerintah mulai mendorong peningkatan kapasitas cadangan strategis nasional agar Indonesia memiliki bantalan energi yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi global.
“Saya sudah meminta agar cadangan BBM nasional kita diperkuat. Targetnya ke depan Indonesia harus memiliki cadangan yang cukup sampai tiga bulan sehingga negara kita lebih siap menghadapi berbagai situasi global,” ujar Presiden Prabowo.
Saat ini, pemerintah mencatat cadangan BBM nasional berada pada kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional selama sekitar 20 hingga 23 hari. Angka tersebut dinilai masih berada dalam batas aman operasional distribusi energi nasional. Namun demikian, pemerintah memandang perlu adanya peningkatan kapasitas cadangan agar Indonesia memiliki ketahanan energi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa arahan Presiden tersebut langsung ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait dengan menyiapkan pembangunan infrastruktur penyimpanan energi baru di sejumlah wilayah strategis.
“Bapak Presiden menginginkan agar cadangan energi nasional kita jauh lebih kuat. Karena itu pemerintah akan membangun fasilitas storage tambahan sehingga cadangan BBM nasional bisa meningkat hingga mencapai tiga bulan,” kata Bahlil Lahadalia.
Sementara itu, pemerintah tengah memetakan sejumlah lokasi strategis untuk pembangunan tangki penyimpanan baru, termasuk di kawasan yang memiliki akses logistik energi yang baik.
