Aparat dan Warga Bersinergi Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Naufal Ghifari Akbar
Momentum Idul Fitri selalu menghadirkan lonjakan mobilitas masyarakat yang berimplikasi pada meningkatnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Dalam konteks ini, kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi utama untuk menjaga situasi tetap kondusif. Upaya pengamanan yang terintegrasi tidak hanya memastikan kelancaran arus mudik, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah serta merayakan hari kemenangan bersama keluarga.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara Muhammad Nasir S.Pi. M.M. menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat yang terlibat dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Kayan 2026. Ia menilai dedikasi aparat keamanan patut diapresiasi karena tetap menjalankan tugas menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah suasana Lebaran. Dalam pandangannya, pengabdian aparat yang tetap siaga ketika masyarakat menikmati waktu bersama keluarga merupakan bentuk tanggung jawab besar yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurut Muhammad Nasir, keberhasilan menjaga kondusivitas selama Idul Fitri tidak dapat dilepaskan dari sinergi antara berbagai pihak. Aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan suasana yang aman dan tertib. Ia menekankan bahwa tanpa adanya kerja sama yang solid, potensi gangguan keamanan akan lebih sulit dikendalikan, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat mudik.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik agar mengutamakan aspek keselamatan, khususnya bagi pengguna transportasi laut. Kesadaran untuk menggunakan moda transportasi yang memiliki izin resmi dan tidak melebihi kapasitas menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan. Selain itu, kepatuhan terhadap aturan perjalanan serta arahan petugas di lapangan dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung kelancaran arus mudik.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menyoroti berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kerap muncul saat Idul Fitri. Ia menyebutkan sejumlah ancaman seperti peredaran narkoba, penyakit masyarakat, kejahatan jalanan, hingga kejahatan berbasis digital seperti penipuan online. Menurutnya, kompleksitas tantangan tersebut menuntut adanya sinergi yang kuat antara seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan.

Irjen Pol Krisno H Siregar menegaskan bahwa pengamanan Idul Fitri setiap tahun dilaksanakan melalui Operasi Ketupat yang tidak hanya berfokus pada kelancaran arus mudik, tetapi juga menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat. Operasi ini menjadi simbol kesiapsiagaan negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus memastikan seluruh rangkaian ibadah Ramadan hingga Idul Fitri dapat berlangsung dengan nyaman.