Arus Mudik dan Balik Stabil, Mobilitas Nasional Tetap Terjaga

Oleh: Nayla Putri Azzahra )*

Arus mudik dan balik Lebaran 2026 menunjukkan kondisi yang stabil di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Stabilitas ini menjadi indikator bahwa pengelolaan transportasi nasional berjalan efektif, seiring dengan berbagai kebijakan dan persiapan yang dilakukan pemerintah secara terintegrasi.

Pemerintah terus menyempurnakan penyelenggaraan angkutan Lebaran guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan sarana transportasi, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pengamanan terpadu dalam Operasi Ketupat 2026 yang melibatkan ratusan ribu personel gabungan.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut sedikit menurun dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya, namun realisasi di lapangan biasanya justru melampaui proyeksi awal.

Menurut Dudy, pengalaman pada tahun 2025 menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat saat Lebaran cenderung lebih tinggi dari hasil survei. Hal ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk tetap menyiapkan skenario pengelolaan transportasi secara maksimal guna mengantisipasi lonjakan pergerakan.

Dari sisi moda transportasi, pemerintah memprediksi penggunaan kendaraan pribadi masih mendominasi dengan jumlah puluhan juta pemudik. Moda lain seperti sepeda motor dan bus juga menjadi pilihan utama masyarakat, sehingga membutuhkan pengaturan yang komprehensif di berbagai jalur utama.

Selain itu, sejumlah simpul transportasi diproyeksikan menjadi titik terpadat selama periode Lebaran. Bandara internasional, pelabuhan penyeberangan utama, stasiun kereta api, hingga terminal bus dipersiapkan dengan kapasitas dan layanan yang ditingkatkan agar mampu menampung lonjakan pe