Arus Mudik Stabil, Sistem Pengaturan Lalu Lintas Dinilai Efektif

Oleh: Rendra Saputra Mahesa )*

Arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan kondisi yang relatif stabil di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Stabilitas tersebut dinilai sebagai hasil dari sistem pengaturan lalu lintas yang semakin efektif serta dukungan kebijakan pemerintah yang terukur dan terkoordinasi dengan baik.

Pemantauan langsung dilakukan oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, dari Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek. Pengawasan ini bertujuan memastikan pergerakan kendaraan tetap terkendali, sekaligus memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat berdasarkan kondisi di lapangan.

Dalam arahannya, Agus menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas semata, tetapi juga mencakup aspek keamanan masyarakat secara menyeluruh. Kehadiran aparat di lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga rasa aman selama perjalanan mudik berlangsung.

Seiring meningkatnya volume kendaraan, kepadatan mulai terlihat di sejumlah titik strategis, seperti KM 29, KM 57, hingga KM 70. Kondisi ini direspons melalui langkah cepat berupa rekayasa lalu lintas yang dirancang secara adaptif bersama berbagai pemangku kepentingan.

Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah sistem one way sepenggal yang mulai diberlakukan pada 17 Maret 2026. Skema ini diterapkan dari KM 70 Cikampek Utama hingga KM 263 Brebes Barat sebagai bagian dari strategi memperlancar distribusi kendaraan menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Penerapan sistem tersebut merupakan hasil koordinasi antara Polri, Kementerian Perhubungan, dan operator jalan tol. Kebijakan ini dinilai mampu mengurangi titik penyempitan arus kendaraan serta mempercepat laju perjalanan pemudik di jalur utama.