Mengapresiasi Upaya Pemerintah Jaga Daya Beli Idulfitri dari Semua Lini

*) Oleh: Ahmad Fadhil
Momentum Ramadan dan Idulfitri tidak pernah sekadar menjadi peristiwa keagamaan, melainkan juga menjadi penggerak utama dinamika ekonomi nasional. Pada periode ini, aktivitas konsumsi masyarakat meningkat secara signifikan dan menjadi indikator penting bagi efektivitas kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah. Tahun 2026 menghadirkan kondisi yang optimistis, ditopang oleh berbagai intervensi negara yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berlapis. Pemerintah menempatkan konsumsi rumah tangga sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi, sehingga penguatan daya beli menjadi prioritas strategis dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong ekspansi ekonomi nasional. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil tidak bersifat reaktif, melainkan berbasis perencanaan yang matang untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang.
Optimisme tersebut diperkuat oleh pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menegaskan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat selama Ramadan. Pernyataan ini didukung oleh tren Indeks Keyakinan Konsumen yang menunjukkan peningkatan sejak akhir tahun sebelumnya, yang mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Indikator ini memiliki peran krusial karena secara langsung memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat. Ketika tingkat kepercayaan meningkat, kecenderungan untuk
