Pemerintah Pastikan Layanan BBM Optimal Selama Arus Balik

Oleh: Kirana Ayu )*

Pemerintah memastikan layanan bahan bakar minyak (BBM) tetap optimal selama arus balik Lebaran 2026. Kepastian ini didukung oleh penguatan sistem distribusi energi nasional serta kesiapan infrastruktur yang telah dipersiapkan sejak awal Ramadan.

Aktivasi Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi langkah strategis dalam mengawal ketersediaan energi. Posko ini berperan sebagai pusat koordinasi untuk memastikan pasokan BBM dan LPG tetap aman di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menilai kondisi pasokan energi nasional berada pada level yang sangat memadai. Ia menjelaskan bahwa ketahanan stok BBM secara nasional berada di kisaran lebih dari 30 hari, sehingga mampu menopang kebutuhan selama periode mudik hingga arus balik.

Yuliot juga menerangkan bahwa ketahanan tersebut dihitung dari keseluruhan rantai pasok energi, mulai dari produksi minyak dalam negeri, pemenuhan melalui impor, proses pengolahan di kilang, hingga distribusi ke berbagai depo dan SPBU di seluruh Indonesia.

Produksi minyak dalam negeri yang mencapai ratusan ribu barel per hari turut menjadi penopang utama ketersediaan energi. Kekurangan pasokan dipenuhi melalui impor yang terkelola dengan baik, sehingga menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan nasional.

Yuliot turut menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga energi, khususnya untuk BBM bersubsidi. Kebijakan ini dinilai penting dalam memberikan kepastian kepada masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas selama Lebaran.

Di sisi hilir, kesiapan distribusi energi diperkuat oleh PT Pertamina (Persero) melalui berbagai unit usaha, termasuk Pertamina Retail. Perusahaan memastikan operasional berjalan optimal melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 2026 yang aktif mengawal distribusi energi di seluruh jaringan.