Ekonomi Ala Presiden Prabowo dan Jalan Menuju Pertumbuhan 8 Persen

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*
Ambisi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen menjadi salah satu visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat kemajuan nasional. Target ini bukan sekadar angka, melainkan simbol optimisme terhadap kemampuan Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.
Dalam kerangka tersebut, pendekatan ekonomi yang diusung menitikberatkan pada peran negara yang lebih kuat dalam mengelola sumber daya strategis. Negara tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai motor penggerak utama pembangunan melalui investasi, hilirisasi, dan penguatan sektor pangan serta energi.
Namun, mewujudkan pertumbuhan tinggi secara berkelanjutan bukan perkara mudah di tengah ketidakpastian global dan dinamika domestik yang kompleks. Diperlukan konsistensi kebijakan, sinergi lintas sektor, serta keberanian mengambil langkah strategis agar mimpi besar tersebut tidak berhenti sebagai retorika semata.
Presiden Prabowo melancarkan berbagai jurus dalam skema program prioritas pemerintah. Meski target 8 persen masih lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini masih berada di kisaran 5 persen, Presiden Prabowo optimistis target tersebut bisa dicapai dengan strategi yang telah ia susun.
Presiden Prabowo memaparkan, ada lima program prioritas pemerintah yang difokuskan pada penciptaan lapangan kerja bisa meningkatkan pendapatan dan daya berli masyarakat. Adapun, lima program utama yang disiapkan pemerintah antara lain, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Program 3 Juta Rumah, dan Renovasi Sekolah dan Digitalisasi Pendidikan.
Seperti diketahui, program MBG masih menjadi program andalan Presiden Prabowo. Program ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dari perhitungan Presiden Prabowo, target Pembangunan 30 ribu dapur SPPG dengan masing-masing unit mempekerjakan sekitar 50 orang, akan menyerap sebanyak 1,5 juta tenaga kerja. Selain itu, setiap dapur juga didorong untuk melibatkan 5-10 vendor bahan makanan seperti telur, buah, dan daging. Jika setiap vendor mempekerjakan sekitar 5 orang, maka ada potensi tambahan lapangan kerja sebanyak 1,5 juta orang.
Untuk program Koperasi Desa Merah Putih, Presiden Prabowo menjadikan program tersebut sebagai penggerak ekonomi desa. Ia menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi desa, dengan masing-masing koperasi mempekerjakan sekitar 18 orang.
Program ini diperkirakan dapat menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru, sekaligus memperpendek rantai pasok barang ke desa dan membantu penjualan hasil bumi masyarakat.
Di sektor kelautan, program Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan meningkatkan produktivitas da
