Ekspansi Sekolah Rakyat Dipercepat, Sistem Pendidikan Bermutu Dipastikan Inklusif

Jakarta-Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam memastikan sistem pendidikan nasional tidak hanya merata, tetapi juga inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota. Program ini ditargetkan mampu menampung hingga 112.320 siswa dalam 3.744 rombongan belajar, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Menteri Dody.

Progres pembangunan nasional telah mencapai 15,54 persen, didorong percepatan konstruksi, penyelesaian lahan, dan penguatan koordinasi pusat-daerah agar tetap sesuai target.

Sekolah Rakyat Tahap II dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu di lahan 5–10 hektare, dilengkapi fasilitas modern seperti kelas berbasis teknologi, laboratorium, perpustakaan, pusat digital, serta asrama guna mendukung pemerataan dan kualitas pendidikan.

Kementerian PU juga memastikan seluruh proyek memenuhi kriteria kesiapan. Persyaratan itu mencakup sertifikat lahan, surat bebas sengketa, dokumen PKKPR, dokumen lingkungan, analisis lalu lintas, dan Persetujuan Bangunan Gedung.

“Langkah ini dilakukan agar pembangunan berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan,” kata Dody Hanggodo.