Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,5 Persen

JAKARTA — Pemerintah menyatakan optimisme terhadap kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan mampu melampaui angka 5,5 persen pada periode Januari hingga Maret 2026.

“Untuk kuartal pertama, kami optimis pertumbuhan akan mencapai setidaknya 5,5 persen. Pada akhir tahun, pertumbuhan diharapkan minimal 5,4 persen, sesuai dengan anggaran negara,” kata Airlangga.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga di tengah berbagai tantangan ekonomi global, termasuk ketidakpastian pasar keuangan dan dinamika perdagangan internasional yang terus berkembang.

“Pemerintah mempertahankan asumsi pertumbuhan dasar untuk 2026 sekitar 5,4 persen, seperti yang tercantum dalam anggaran negara,” jelasnya.

Pemerintah juga bersiap menyesuaikan kebijakan ekonomi nasional merespons gejolak harga energi dan gangguan rantai pasokan global yang dipicu konflik Timur Tengah, guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat Indonesia.

“Setiap kenaikan US$1 dalam harga bahan bakar berdampak pada anggaran lebih dari enam triliun rupiah (US$351,55 juta). Dampak bersih, termasuk keuntungan ekspor dan subsidi, tetap dapat dikelola,” tutur Airlangga.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan tersebut sejalan dengan target yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Pemerintah menilai konsumsi domestik yang kuat, realisasi investasi yang terjaga, serta ekspor komoditas unggulan menjadi pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Menko Airlangga juga menekankan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas makr