Relaunching AMANAH Hadirkan Future Leaders Bootcamp untuk Cetak Penggerak Ekonomi Kreatif Aceh

Oleh Aisyah Humaira )*
Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) menghadirkan program unggulan Future Leaders Bootcamp sebagai langkah konkret dalam mencetak generasi muda penggerak ekonomi kreatif di Aceh. Kegiatan yang digelar di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar ini menjadi penanda fase baru AMANAH dalam memperkuat peran strategisnya, tidak hanya dalam pembinaan kepemimpinan, tetapi juga dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi global.
Transformasi ini mencerminkan keseriusan AMANAH dalam menjawab tantangan zaman, di mana generasi muda dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dari kreativitas dan inovasi. Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, AMANAH hadir sebagai ekosistem pembinaan yang menghubungkan pelatihan, penguatan kapasitas, hingga akses terhadap peluang usaha dan pasar.
Salah satu program unggulan yang menandai arah baru tersebut adalah penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar. Program ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, tetapi juga menjadi inkubator awal bagi lahirnya pelaku ekonomi kreatif muda. Sebanyak 26 peserta terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengikuti program ini secara intensif, menunjukkan selektivitas sekaligus komitmen AMANAH dalam mencetak SDM berkualitas.
Dalam bootcamp ini, peserta dibekali dengan berbagai materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Mulai dari pengembangan pola pikir kewirausahaan, penyusunan visi bisnis, hingga strategi membangun branding produk kreatif. Kemampuan komunikasi dan public speaking juga menjadi fokus utama, mengingat pentingnya kemampuan menyampaikan ide dalam dunia usaha yang kompetitif.
Ketua AMANAH, Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan Aceh ke depan. Menurutnya, AMANAH tidak sekadar mencetak individu yang sukses secara personal, tetapi juga mendorong lahirnya agen perubahan yang mampu menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya. Ia menilai bahwa penguatan ekonomi kreatif menjadi salah satu kunci dalam membuka lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada sektor konvensional.
Pendekatan pembinaan yang dilakukan AMANAH juga bersifat holistik. Kehadiran Said Muniruddin dalam program ini memperkuat dimensi kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga keseimbangan emosional dan spiritual. Dalam konteks ekonomi kreatif, keseimbangan ini menjadi penting agar pelaku usaha muda tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki nilai dan etika dalam menjalankan usahanya.
Momentum relaunching AMANAH turut diwarnai dengan berbagai program yang secara langsung mendorong pengemb
