Relaunching AMANAH Buka Jalan Hilirisasi Kreatif dan Lapangan Kerja Berkualitas

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*
Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) di Aceh menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis kreativitas sekaligus membuka peluang kerja yang lebih berkualitas. Kebijakan ini mencerminkan keseriusan negara dalam mendorong transformasi ekonomi daerah melalui pendekatan yang terstruktur dan berorientasi masa depan.
Momentum relaunching tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan program pengembangan ekonomi kreatif berjalan lebih efektif. Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan ekosistem yang mampu mendorong produktivitas, inovasi, dan daya saing generasi muda.
Dalam kerangka besar pembangunan nasional, sektor ekonomi kreatif kini diposisikan sebagai salah satu pilar utama penciptaan lapangan kerja. Pendekatan ini menjadi relevan di tengah perubahan struktur ekonomi global yang semakin berbasis pengetahuan dan keterampilan.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa penguatan sektor ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pengembangan industri kreatif. Ia menilai bahwa industri kreatif memiliki potensi besar dalam menciptakan pekerjaan berbasis keterampilan yang terus berkembang.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pekerjaan di sektor kreatif tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas. Penguatan skill menjadi faktor utama agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Dalam konteks Aceh, kehadiran AMANAH diharapkan menjadi katalis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kreatif. Program ini dirancang untuk menjadi ruang pembelajaran sekaligus inkubasi bagi talenta lokal agar mampu berkembang secara optimal.
Selain fokus pada pengembangan SDM, pemerintah juga menekankan pentingnya hilirisasi dalam sektor ekonomi kreatif. Hilirisasi dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah dari produk-produk lokal.
Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa Asta Cita juga menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai upaya memperkuat struktur ekonomi. Ia menilai bahwa hilirisasi tidak hanya berlaku pada sektor ekstraktif, tetapi juga dapat diterapkan dalam industri kreatif.
Ia menggambarkan bahwa produk-produk asing seperti fashion, parfum, film, hingga aplikasi dapat dikembangkan menjadi karya lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan pendekatan ini, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen dalam rantai nilai global.
Transformasi ini menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. Di sisi lain, hal ini juga membuka peluang besar bagi pelaku kreatif lokal untuk berkembang.
Di tingkat daerah, dukungan pemerintah provinsi menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan
