Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Komdigi Dorong Ekonomi Digital Beri Nilai Tambah bagi Masyarakat

JAKARTA – Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, pemerintah terus mendorong pembangunan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah memastikan perkembangan teknologi dan konektivitas tidak hanya memperluas akses digital, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Plt. Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Farida Dewi Maharani mengatakan, dua tahun merupakan waktu yang relatif singkat untuk melihat keseluruhan dampak pembangunan. Namun, berbagai program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kesinambungan program pemerintahan sebelumnya sehingga diharapkan dapat memberikan dampak yang semakin baik bagi masyarakat.

Menurut Farida, pembangunan ekonomi perlu diarahkan agar memberikan nilai tambah yang semakin besar kepada masyarakat. Pemanfaatan teknologi dan konektivitas menjadi salah satu instrumen penting karena dapat membuka akses ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dalam dua tahun ini kan sebenarnya waktu yang cukup singkat. Tapi ini adalah suatu program yang berkelanjutan dari pemerintah-pemerintahan sebelumnya. Sehingga harapannya, ketika program itu berkelanjutan, akan memberikan dampak yang lebih baik kepada masyarakat,” kata Farida.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi bagi UMKM tidak cukup hanya dengan memindahkan aktivitas usaha dari ruang konvensional ke ruang digital. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk melakukan riset terhadap produk, memahami pasar, memperluas pemasaran, hingga menjangkau konsumen di luar wilayah geografisnya.

Dengan pasar yang semakin luas, peluang peningkatan pendapatan juga semakin besar. Karena itu, pemerintah perlu memastikan manfaat perkembangan ekonomi digital lebih banyak dirasakan masyarakat Indonesia sehingga nilai ekonomi yang tercipta dapat beredar dan memberikan manfaat di dalam negeri.

Farida juga menyoroti pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk menjadi pelaku usaha dan membangun perusahaan rintisan. Perkembangan startup dinilai dapat menjadi wadah inovasi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di tengah perubahan teknologi yang turut mengubah lanskap industri dan kebutuhan tenaga kerja.