Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Demi Putus Rantai Kemiskinan

Jakarta – Program Sekolah Rakyat terintegrasi terus didorong sebagai langkah konkret pemerintah menekan kemiskinan melalui jalur pendidikan. DPR RI menilai program ini berpotensi menjadi jaring pengaman sosial agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses belajar.
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mengapresiasi inisiatif Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial. Menurutnya, program tersebut merupakan upaya strategis negara dalam membuka kesempatan pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Sekolah Rakyat adalah ikhtiar negara yang sangat strategis. Namun, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, kualitas pendampingan, serta integrasi dengan layanan perlindungan sosial lainnya,” kata Atalia.
Sementara itu, implementasi Sekolah Rakyat terintegrasi mulai berjalan di daerah. Kepala Dinas Sosial Dukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, meninjau langsung Sekolah Rakyat terintegrasi 71 di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.
Sekolah Rakyat merupakan sekolah unggulan pemerintah yang tidak hanya memberikan akses pendidikan formal, melainkan juga berbagai pelatihan keterampilan agar lulusannya menjadi unggul. Ini berbeda dengan sekolah konvensional, ujar Reflin.
Pemerintah pusat juga telah mengalokasikan lebih dari Rp227 miliar melalui APBN untuk pembangunan sekolah tersebut. Dengan pembangunan gedung Sekolah Rakyat terintegrasi 71 ini, mudah-mudahan menjadi terobosan baru bagi pendidikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, harapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas hidup masyarakat melalui program prioritas, termasuk Sekolah Rakyat.
“Kriteria kita adalah maju dan modern, di mana seluruh rakyat mengalami kualitas hidup yang baik. Kita tidak bermimpi hidup seperti negara lain. Kita hanya mau supaya semua rakyat kita hidup dengan kualitas yang baik,” ujarnya.
Ia menekankan sekolah berasrama diperuntukkan bagi anak-anak dari kelompok paling tidak mampu. “Anak-anak dari kelompok yang paling tidak mampu kita sekolahkan dalam sekolah berasrama. Kita beri pendidikan yang terbaik. Anak-anak yang tidak mungkin sekolah, kita ambil semua. Tidak boleh ada anak di jalanan yang tidak sekolah,” tegasnya.**
