Sidak Ramadan Kawal Ketersediaan Komoditas Strategis

Oleh : Abdul Razak )*

Pemerintah pusat hingga daerah memperkuat pengawasan harga, pasokan, dan keamanan pangan selama Ramadan 1447 H. Langkah ini dilakukan untuk memastikan lonjakan permintaan pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tidak memicu gejolak harga maupun peredaran pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan. Sejumlah pejabat turun langsung ke pasar tradisional dan sentra jajanan takjil guna memastikan stabilitas pasokan serta perlindungan konsumen tetap terjaga.

Di Pasar Jonggol, Bogor, yang menjadi pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi hingga Jakarta, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy melakukan inspeksi mendadak untuk memantau harga dan distribusi komoditas strategis. Ia menegaskan selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan, pihaknya akan langsung melakukan pembenahan.

Berdasarkan hasil pemantauan, mayoritas harga pangan terpantau relatif stabil. Beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per kilogram. Bawang merah dijual sekitar Rp40.000 per kilogram dan bawang putih Rp36.000 per kilogram. Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras berada di rentang Rp40.000–42.000 per kilogram, telur ayam Rp30.000–32.000 per kilogram, daging sapi lokal Rp130.000–140.000 per kilogram, serta daging sapi impor sekitar Rp120.000 per kilogram. Sementara gula kemasan dijual Rp19.000 per kilogram dan gula curah Rp18.000 per kilogram.

Seorang pedagang daging di Pasar Jonggol, Sahril, menyampaikan bahwa harga daging sapi masih bertahan di