Ekonomi Ala Presiden Prabowo dan Jalan Menuju Kesejahteraan Rakyat

Oleh: Asep Faturahman)*

Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan ekonomi sebagai pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui strategi yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor riil, dan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Pendekatan ini diarahkan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga merata dan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Dalam kerangka tersebut, pemerintah menghadirkan berbagai program strategis yang dirancang untuk menyerap tenaga kerja dalam skala besar sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi nasional.

Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan bahwa sejumlah program yang dijalankan meliputi Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta pembangunan satu juta rumah. Program-program ini dirancang sebagai satu kesatuan kebijakan yang saling terintegrasi dan mampu menciptakan efek pengganda di berbagai sektor. Program Makan Bergizi Gratis, menjadi salah satu penggerak utama dalam penyerapan tenaga kerja melalui pengoperasian puluhan ribu dapur produksi di seluruh Indonesia. Pada tahap optimal, sekitar 30 ribu dapur akan beroperasi dengan masing-masing unit mempekerjakan sekitar 50 tenaga kerja, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap pengurangan pengangguran.

Dampak dari program tersebut tidak hanya terbatas pada tenaga kerja di dapur produksi. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar turut mendorong aktivitas ekonomi di sektor hulu, termasuk pertanian, peternakan, serta distribusi logistik. Para petani dan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dalam rantai pasok yang memastikan ketersediaan bahan baku di setiap dapur. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi rakyat secara menyeluruh.

Penguatan ekonomi berbasis desa juga menjadi fokus utama melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Dengan target 80 ribu koperasi yang masing-masing diperkirakan mempekerjakan sekitar 18 orang, program ini berpotensi membuka lebih dari satu juta lapangan kerja baru. Koperasi ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal serta memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan dan pasar. Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret dalam mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Di sektor kelautan, Kampung Nelayan Merah Putih difokuskan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat pesisir. Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 1.100 kampung nelayan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan nasional. Program ini telah menunjukkan hasil positif melalui uji coba yang mampu meningkatkan pendapatan nelayan secara signifikan. Dengan dukungan infrastruktur dan manajemen yang lebih baik, masyarakat pesisir diharapkan dapat meningkatkan daya saing serta kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.