Langkah Penguatan Energi Nasional Dinilai Tepat di Tengah Tantangan Global

Jakarta Di tengah tantangan global yang dipicu oleh konflik geopolitik dan fluktuasi harga energi, Indonesia terus menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional, baik melalui penguatan infrastruktur energi maupun pengelolaan cadangan energi secara lebih optimal.
Salah satu langkah strategis pemerintah dalam penguatan energi nasional yakni pembangunan infrastruktur gas nasional.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan proyek pembangunan jaringan pipa gas transmisi terus didorong guna meningkatkan konektivitas energi antar wilayah.
Ke depan kita ingin memastikan infrastruktur gas nasional semakin terintegrasi. Pembangunan pipa transmisi gas dari Jawa Timur hingga Jawa Barat ditargetkan selesai pada 2026, dan selanjutnya jaringan transmisi gas dari Aceh hingga Jawa Timur diharapkan sudah terhubung pada 2028, ujar Laode.
Selain penguatan infrastruktur konvensional, pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Laode menilai Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang besar, termasuk bioenergi yang dapat mendukung penguatan bauran energi nasional. Pengembangan bahan bakar nabati seperti bioetanol maupun peningkatan program biodiesel juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Berbagai kebijakan ini mendapat apresiasi dari sejumlah pengamat. Dalam laporan media internasional asal Inggris, The Economist berjudul “Which country is the biggest loser from the energy shock”, Indonesia dinilai berada pada jalur yang tepat dalam membangun ketahanan energi.
