Pemuda dan Tokoh Papua Perkuat Stabilitas Keamanan demi Pembangunan Berkesinambungan

Oleh : Yohanes Wandikbo )*
Komitmen pemuda dan tokoh adat di Papua dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan menunjukkan arah yang semakin konstruktif. Di tengah dinamika sosial yang kompleks, kesadaran kolektif untuk menempatkan keamanan sebagai fondasi utama pembangunan menjadi sinyal kuat bahwa Papua sedang bergerak menuju masa depan yang lebih terstruktur, damai, dan sejahtera. Dukungan yang disampaikan berbagai elemen masyarakat tidak hanya mencerminkan optimisme, tetapi juga memperlihatkan kedewasaan dalam melihat pentingnya peran negara dalam memastikan kesejahteraan yang merata.
Stabilitas keamanan di Papua tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan agenda pembangunan nasional. Infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal membutuhkan situasi yang kondusif agar dapat berjalan optimal. Dalam konteks ini, peran aktif masyarakat menjadi sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah. Kesadaran ini terlihat dari berbagai pernyataan yang disampaikan oleh tokoh-tokoh Papua yang menekankan bahwa keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
Sekretaris Merah Pusaka Stratejik Indonesia Charles Kossay menyampaikan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan di Papua. Menurut pandangannya, berbagai gangguan keamanan yang terjadi selama ini berdampak langsung terhadap masyarakat sipil serta menghambat program-program strategis pemerintah yang seharusnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai bahwa narasi perjuangan yang mengatasnamakan rakyat tidak sejalan dengan realitas di lapangan, di mana masyarakat justru menjadi pihak yang paling dirugikan. Dalam penilaiannya, kehadiran negara menjadi sangat penting untuk memberikan perlindungan sekaligus memastikan pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
Lebih lanjut, Sekretaris Merah Pusaka Stratejik Indonesia Charles Kossay juga menekankan bahwa keberlanjutan pembangunan hanya dapat terwujud apabila keamanan benar-benar terjaga. Ia melihat bahwa kerusakan fasilitas umum serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat akan memperlambat kemajuan Papua secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlindungan terhadap masyarakat sipil perlu menjadi prioritas bersama agar pembangunan yang telah dirancang pemerintah dapat memberikan manfaat nyata.
