Efisiensi MBG: Cerdas Kelola Anggaran, Maksimalkan Manfaat

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*
Efisiensi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kunci utama untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Di tengah keterbatasan fiskal, pengelolaan anggaran yang cermat bukan hanya pilihan, melainkan keharusan strategis.
Program MBG tidak sekadar berbicara tentang distribusi makanan, tetapi juga tentang bagaimana setiap rupiahnya digunakan secara tepat sasaran dan berdampak nyata. Tanpa perencanaan yang efisien, potensi pemborosan justru dapat mengurangi jangkauan dan kualitas program itu sendiri.
Terkait hal itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah menerima laporan terkait upaya efisiensi dalam program MBG. Hasil evaluasi menunjukkan potensi penghematan anggaran dapat mencapai puluhan triliun rupiah.
Purbaya menyatakan, efisiensi program MBG berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun. Nilai penghematan ini dinilai cukup besar dalam mendukung efisiensi pengelolaan keuangan negara tanpa mengurangi manfaat bagi penerima.
Efisiensi ditempuh melalui penyempurnaan skema penyaluran program MBG. Salah satunya dengan menyesuaikan intensitas penyaluran dalam periode tertentu, yakni dengan mengurangi jumlah hari operasional dari enam hari menjadi lima hari sepekan.
Menurutnya, usulan tersebut menunjukkan upaya Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melakukan efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak akibat konflik geopolitik global. Ia memastikan usulan pemotongan anggaran itu langsung diberikan oleh BGN karena mempertimbangkan celah efisiensi di tengah kondisi saat ini.
Oleh karena itu, pendekatan yang mengedepankan efisiensi harus menjadi fondasi dalam implementasi MBG di berbagai daerah. Dengan tata kelola yang cerdas, program ini tidak hanya mampu menjawab kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah.
Efisiensi anggaran MBG belum termasuk dalam total nilai efisiensi yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp81 triliun. Pengumuman kebijakan efisiensi rencananya akan langsung diumumkan oleh Kepala BGN Dadan Hindayana.
Usulan efisiensi program MBG mendapatan respons positif dari Anggota Komisi IX DPR, Pulung Agustanto. Menurutnya, Langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan fiscal.
Pulung menuturkan, di tengah tekanan ekonomi global yang berdampak pada kondisi keuangan negara, langkah efisiensi merupakan hal yang bijak sehingga perlu dipertimbangan secara cermat.
Di samping itu, efisiensi bisa menjadi ruang untuk mengalokasikan sumber daya ke program lain yang mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional, seperti menjaga daya beli masyarakat.
