Relaunching Program AMANAH, Menekraf: Ekonomi Kreatif Aceh Bagian dari Asta Cita Nasional

Banda Aceh – Relaunching program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) mempertegas perannya anak muda Aceh sebagai motor penggerak kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi kreatif di Aceh. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan ekonomi kreatif merupakan bagian Asta Cita Presiden dan hilirisasi tidak semata tentang tambang, tetapi bisa dilakukan untuk industri kreatif.

“Pada poin ke-3 asta cita dengan mengembangkan industri kreatif jadi sudah jelas isi presiden seperti apa yang juga tercantum pada asta cita ke-5 mengatakan melanjutkan hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah” katanya.

Lebih lanjut “Hilirisasi tidak hanya diartikan untuk tambang hilirisasi juga dilakukan untuk industri kreatif yang tadinya fashion asing menjadi fashion lokal yang tadinya parfum asing jadi, patung lokal, film asing, film lokal ini, aplikasi asing, dan lain-lain. Itulah yang kita inginkan menjadi pemain dk tingkat global” ujarnya.

Apakah mungkin-mungkin orang-orang Indonesia sangat kreatif? Anak-anak Aceh telah berkembang di industri kreatifnya adalah negara yang mempunyai akar budaya uang apa, contohnya Amerika akar budaya yang kuat.

“Jadi, tantangan yang dihadapi oleh para kegiatan industri kreatif, yaitu masalah data, masalah kelahiran, masalah pembiayaan, masalah infrastruktur, sistem pemasaran, insentif fasilitas, dan perlindungan terhadap hasil kita” katanya. Nah, bagaimana menyelesaikan masalah itu ya? Itu dengan yang kita lakukan hari ini, ada pemerintah hadir melalui AMANAH Aceh”.

Sedangkan Ketua Yayasan Amanah Syaifullah Muhammad dalam sambutannya mengatakan Launching AMANAH menjadi momentum strategis konsolidasi pengurus dan badan pekerja dalam memperkuat peran pemuda Aceh yang unggul, produktif, dan berdaya saing.

Evaluasi kondisi awal fasilitas menunjukkan berbagai keterbatasan mendasar, seperti kerusakan atap, ketiadaan air, dan belum tersedianya listrik.

Lebih lanjut Muhammad menyampaikan bahwa pentingnya optimalisasi aset bernilai besar agar tidak terbengkalai dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Serta seluruh pihak didorong untuk menghentikan pola saling menyalahkan dan beralih pada pendekatan solutif serta kolaboratif.