Sekolah Rakyat Dorong Siswa Lebih Sehat, Disiplin, dan Berprestasi

Jakarta – Program Sekolah Rakyat terus menunjukkan dampak positif dalam membentuk generasi muda yang lebih sehat, disiplin, dan berprestasi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan para siswa setelah sembilan bulan program itu berjalan. Perbaikan tidak hanya terlihat pada kemampuan akademik siswa, tapi juga kesehatan dan karakter mereka.

Gus Ipul menjelaskan, dari segi kesehatan, banyak murid Sekolah Rakyat yang sebelumnya mengalami kurang gizi, anemia, dan kebugaran rendah kini menunjukkan perbaikan.

Berat dan tinggi badan para siswa tersebut meningkat dan kondisi fisik mereka lebih bugar. Kemampuan konsentrasi belajar mereka pun turut membaik.

“Ini terlihat sederhana, tetapi sangat mendasar. Anak yang sehat memiliki kesempatan belajar yang jauh lebih baik,” ujar Gus Ipul.

Orang tua murid juga melaporkan perubahan kebiasaan anak, seperti lebih rajin beribadah, terbiasa bangun pagi, mengurangi penggunaan gawai, hingga mulai membantu keluarga.

“Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah satu anak, tetapi memulihkan harapan dalam satu keluarga,” tegas Gus Ipul.

Lanjut Gus Ipul, Sekolah Rakyat dirancang sebagai intervensi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Oleh karena itu, program ini dibuka khusus untuk anak-anak dari keluarga rentan yang belum memperoleh akses pendidikan layak.

“Sekolah Rakyat kita rancang sebagai upaya untuk memotong rantai kemiskinan. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan, dan negara harus hadir bagi mereka yang selama ini tidak terlihat,” ujarnya.

Untuk tahun ajaran baru 2026/2027, pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat menerima 32.640 siswa baru. Saat ini, Sekolah Rakyat telah berdiri di 166 titik rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, dengan jumlah siswa lebih dari 14.936 orang.

“Kami memastikan seluruh proses penyelenggaraan Sekolah Rakyat, termasuk pengelolaan program dan dukungan fasilitas, dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Mohammad Qodari menekankan pentingnya intervensi kesehatan sejak dini melalui sekolah.

“Melalui sekolah, negara hadir memastikan seluruh anak tanpa terkecuali mendapat layanan dasar yang sama, sehingga potensi masalah kesehatan dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat,” ujarnya.

Selain meningkatkan capaian akademik, program ini juga diharapkan mampu membentuk generasi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.