Pemerintah Optimistis Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Investasi Strategis Danantara

Oleh: Rizal Maulana
Pemerintah melihat penguatan investasi strategis sebagai salah satu fondasi penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah perubahan ekonomi global yang semakin dinamis. Pandangan tersebut tercermin dari upaya memperkuat peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara sebagai instrumen investasi negara yang dapat mempertemukan kekuatan badan usaha milik negara dengan sektor swasta.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa Danantara dirancang bukan sebagai bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN, melainkan sebagai instrumen negara yang bergerak di bidang investasi dengan orientasi keuntungan sekaligus mendukung berbagai program strategis.
Dalam pandangan pemerintah, pembagian peran antara APBN dan Danantara menjadi penting karena APBN tetap menjalankan fungsi sebagai penggerak dan pendukung kebutuhan publik, sedangkan Danantara diharapkan menjadi katalis yang mampu mempercepat investasi dan memperbesar skala proyek strategis.
Gagasan tersebut disampaikan Suahasil dalam forum bisnis di Jakarta yang membahas arah pertumbuhan, daya saing, investasi, ketahanan energi dan pangan, serta transformasi ekonomi Indonesia menuju dekade berikutnya.
Menurut Suahasil, sinergi antara APBN dan Danantara dapat menciptakan ruang pembiayaan yang lebih luas bagi proyek strategis, terutama ketika proyek tersebut membutuhkan skala investasi besar dan keterlibatan berbagai pihak.
Sejumlah sektor yang dipandang memiliki prospek strategis mencakup infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu, ketahanan pangan, serta energi terbarukan. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan domestik yang terus berkembang sehingga investasi tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga membangun kapasitas produksi dan memperkuat fondasi ekonomi dalam jangka panjang.
Dalam kerangka itu, sektor swasta tetap ditempatkan sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan, sementara pemerintah berperan menciptakan kondisi yang memungkinkan investasi strategis berkembang. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat agenda
nasional di bidang ketahanan energi, ketahanan pangan, hilirisasi industri, hingga industrialisasi.
