Oleh: Rangkai Ahmad Yusuf Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama ini lebih banyak dibicarakan dari perspektifpemenuhan gizi, kualitas sumber daya manusia, dan besarnya anggaran negara. Perspektiftersebut tentu penting. Namun, ada dimensi lain yang mulai terlihat semakin nyata. MBG berpotensi menjadi mesin penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan permintaan pangandalam skala besar dan berkelanjutan. Dalam teori kebijakan publik, belanja pemerintah memiliki nilai strategis ketika mampumenghasilkan manfaat berlapis. Satu rupiah yang dibelanjakan negara idealnya tidak berhentipada satu tujuan administratif, tetapi menciptakan multiplier effect terhadap produksi, kesempatan kerja, pendapatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi lainnya. MBG mempunyai karakter yang memungkinkan efek pengganda tersebut terjadi. Setiap hari, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan beras, telur, ayam, ikan, sayuran, buah, dan berbagai bahan pangan lainnya. Kebutuhan yang berlangsung terus-menerus inipada dasarnya menciptakan sesuatu yang sangat dibutuhkan produsen pangan adalahkepastian pasar.