Perluas Layanan Kesehatan Lewat Program CKG, Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Berkualitas bagi Rakyat

Jakarta – Pemerintah terus memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan akses kesehatan yang berkualitas di seluruh Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh warga, termasuk di daerah terpencil, memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya yang tinggi.
Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan bahwa dalam dunia kesehatan terdapat konsep Universal Health Coverage (UHC) yang menekankan pentingnya akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya terbatas pada pengobatan, tetapi juga mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
“Dalam dunia kesehatan ada konsep Universal Health Coverage atau UHC. Intinya, setiap orang, di mana pun berada, harus memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa membebani keuangannya,” ujar Tjandra.
Ia menambahkan bahwa kualitas layanan kesehatan harus menjadi perhatian utama pemerintah, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh akses layanan, tetapi juga pelayanan yang benar-benar berkualitas dan berkelanjutan.
Tjandra menilai tantangan pemerataan layanan kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata. Menurutnya, dukungan infrastruktur seperti jalan, transportasi, sanitasi, dan air bersih menjadi faktor penting dalam mendukung pelayanan kesehatan di daerah.
“Tantangan akses kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Jika tidak ada jalan atau infrastruktur pendukung, dinas kesehatan tentu tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, perlu kerja sama lintas sektor,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurutnya, peran puskesmas tidak hanya mengobati masyarakat yang sakit, tetapi juga menjaga masyarakat tetap sehat melalui edukasi dan pencegahan penyakit.
“Kesehatan masyarakat juga berarti menjaga orang yang sehat agar tetap sehat. Tugas puskesmas bukan hanya mengobati orang sakit, tetapi juga mencegah masyarakat agar tidak jatuh sakit,” ujarnya.
Selain itu, Tjandra mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup sehat melalui konsep CERDIK yang pernah diperkenalkan dalam program pengendalian penyakit. Konsep tersebut meliputi cek kesehatan berkala, menghindari asap rokok dan polusi udara, rajin berolahraga, menjalani pola makan bergizi seimbang, istirahat cukup, serta mengelola stres dengan baik. Ia menilai program CKG yang saat ini dijalankan pemerintah merupakan langkah positif untuk mendeteksi penyakit lebih dini.
Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin kesehatan masyarakat melalui penguatan program CKG. Upaya tersebut dilakukan tidak hanya dengan membangun fasilitas kesehatan, tetapi juga memperkuat tenaga kesehatan, meningkatkan layanan promotif dan preventif, serta memperluas jangkauan pelayanan agar masyarakat di seluruh pelosok Indonesia dapat memperoleh akses kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan. (*)
