MBG dan KDMP Dorong Peningkatan SDM serta Perputaran Ekonomi Desa

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menggerakkan perekonomian di tingkat desa. Kedua program tersebut juga dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi Indonesia menuju 2045.

Tenaga Ahli Bakom RI Hariqo Satria mengatakan MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, program tersebut dapat mengurangi pengeluaran orang tua sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok.

“MBG ini memang terbukti mengurangi pengeluaran orang tua. Kemudian menambah pendapatan dari para petani, peternak, pekebun, nelayan, dan UMKM,” kata Hariqo Satria.

Hariqo menilai keterlibatan pelaku UMKM dalam ekosistem MBG menjadi bagian penting dalam memperkuat perputaran ekonomi di daerah. Berdasarkan data yang disampaikan, lebih dari 80 persen dapur MBG telah memiliki sedikitnya satu UMKM di sekitar lokasi SPPG. Rata-rata setiap dapur tersebut menggandeng sekitar tiga UMKM.

Penguatan tata kelola juga terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi. Hariqo menyebut adanya Kurir MBG, aplikasi Kurir MBG, serta Radar MBG yang dapat digunakan untuk memantau menu dan memastikan kesesuaian dengan kebutuhan gizi. Ke depan, marketplace juga disiapkan untuk mendukung transparansi pemasok bahan baku.

Sementara itu, KDMP dinilai dapat memperkuat posisi masyarakat desa dalam rantai pasok. Koperasi dapat membeli hasil produksi masyarakat secara langsung sehingga rantai pasok menjadi lebih pendek. Sejumlah koperasi juga telah menunjukkan perkembangan usaha di daerah masing-masing.

“Sinergi ini merupakan kekuatan terbesar kita. Dengan dukungan bersama dan peningkatan kapasitas, keberhasilan di sejumlah daerah dapat menjadi pembelajaran bagi koperasi di daerah lainnya,” ujar Hariqo Satria.

Menurut Hariqo, keberhasilan MBG dan KDMP perlu terus diperkuat melalui sinergi berbagai kementerian, lembaga, badan, masyarakat, serta pelaku usaha. Setiap daerah juga memiliki karakteristik berbeda sehingga pelaksanaannya perlu menyesuaikan kondisi dan potensi wilayah masing-masing.

Hariqo menegaskan MBG dan KDMP merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.

“Program seperti MBG itu tidak bisa semata-mata dilihat sebagai pengeluaran, tetapi ini adalah investasi kita untuk 20 tahun yang akan datang, untuk tahun 2045, untuk Generasi Emas 2045,” pungkasnya.